1 Maret 2012 - 20:30

Dengan kemenangan Revolusi Islam, di Iran rata-rata dilakukan satu pemilu setiap tahunnya. Peran serta rakyat dalam setiap pemilu menunjukkan kepercayaan mereka terhadap pemerintah dan ingin membuktikan partisipasinya menentukan masa depan negaranya. Lebih penting lagi, kehadiran mereka di tempat-tempat pemungutan suara mengaktualisasikan peran mereka dalam struktur negara dan pemberian legitimasi kepada sistem yang ada.

Menurut Kantor Berita ABNA, rakyat Iran memenuhi tempat-tempat pemungutan suara (TPS) sejak pagi hari sebelum pukul 8 pagi, waktu resmi dimulainya pemilu legislatif negara ini. Rakyat Iran mendatangi TPS-TPS untuk mendemonstrasikan peran rakyat dalam pengambilan keputusan dan dukungan mereka terhadap negaranya. Bersamaaan dengan dimulainya pemilu legislatif periode ke-9 Majelis Syura Islami, rakyat kota Tehran dan kota-kota lainnya dengan mengantri secara tertib memasuki TPS untuk memilih kandidat anggota parlemen yang diinginkan. Pemilu legislatif Iran dimulai sejak pukul 8 pagi dan berakhir 10 jam setelahnya. Waktu yang telah ditentukan ini juga dapat diubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi setiap TPS yang ada. Pemilu legislatif bagi rakyat Iran, terutama saat ini, sangat penting. Karena dari satu sisi menunjukkan dukungan luas rakyat terhadap pemerintah dan parlemen, sementara di sisi lain untuk menjawab konspirasi musuh yang berusaha memisahkan rakyat Iran dengan pemerintahnya. Terlebih lagi, pemilu ini dilakukan di tengah kuatnya sanksi yang diterapkan Barat terhadap Iran. Antrian yang telah mengular dan memanjang sejak sebelum TPS dibuka resmi menunjukkan antusias masyarakat. Tidak itu saja, para pejabat senior Iran, ulama dan marji Syiah sejak pagi telah mendatangi TPS untuk memilih kandidat yang dijagokannya. Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran juga ikut dalam pemilu legislatif kali ini. Setelah memasukkan kertas suaranya ke kotak suara, Ayatullah Sayid Ali Khamenei di depan para wartawan menyebut pemilu legislatif periode ke-9 ini sangat penting dari pelbagai aspek. Selain menunjukkan hakikat Iran Islam, pemilu ini juga punya pesan kepada negara-negara sahabat dan musuh. Dalam kondisi saat ini, urgensi pemilu legislatif ini menjadi berkali-kali lipat. Ayatullah Khamenei menyebut tekad kuat dan istiqamahnya gerakan bangsa Iran selama 33 tahun ini patut diapresiasi dan menjelaskan, "Dalam revolusi yang terjadi di negara-negara lain, setelah berlalu beberapa tahun, rakyat kemudian menjadi lelah dan muak lalu mengubah jalannya. Tapi pemilu hari ini (Jumat, 2/3) terlihat dilakukan rakyat dengan penuh semangat. Apa yang terjadi hari ini memberikan pesan kepada dunia bahwa bangsa Iran di usia ke-33 tahun dari usia revolusinya masih tetap tegar dan semangat untuk melanjutkan jalan penuh kebanggaan ini." Sementara Ayatullah Hashemi Rafsanjani, Ketua Dewan Penentu Kebijakan Nasional Iran setelah memasukkan surat suaranya ke kotak suara di tengah-tengah wartawan di Tehran menegaskan urgensi dan sensitifnya kondisi Timur Tengah saat ini dan mengatakan, "Diperlukan rasa solidaritas dan persatuan antara rakyat dan para pejabat negara untuk menggagalkan sebaga bentuk konspirasi musuh terhadap Iran." Ayatullah Mahdavi Kani, Ketua Dewan Ahli Kepemimpinan hari Jumat (2/3) setelah ikut dalam pemilu legislatif periode ke-9 menyatakan harapannya setelah melihat partisipasi luas masyarakat dalam pemilu kali ini. Menurutnya, partisipasi luas rakyat memberikan warna lain dan semangat bagi pemilu legislatif. Terlebih lagi, tambah beliau, partisipasi ini menjadi jawaban tegas rakyat atas segala ancaman terhadap negara. Dengan kemenangan Revolusi Islam, di Iran rata-rata dilakukan satu pemilu setiap tahunnya. Peran serta rakyat dalam setiap pemilu menunjukkan kepercayaan mereka terhadap pemerintah dan ingin membuktikan partisipasinya menentukan masa depan negaranya. Lebih penting lagi, kehadiran mereka di tempat-tempat pemungutan suara mengaktualisasikan peran mereka dalam struktur negara dan pemberian legitimasi kepada sistem yang ada. Sumber: IRIB Indonesia